Kelompok Kolektif Tasikmalaya Gelar Aksi Kamisan dengan Tema “Marhaban Ya Melawan”

IMG 20260227 WA0024

Gemercik News—Tasikmalaya (27/02). Kelompok kolektif secara perdana menyelenggarakan Aksi Kamisan dengan tema “Marhaban Ya Melawan” di Alun-Alun Kota Tasikmalaya, pada Kamis (26/02). Penanggung Jawab Acara, Zandi Sogiri, mengungkapkan aksi ini dipicu oleh keresahan atas tewasnya seorang siswa di Maluku akibat tindakan anggota Brigade Mobil (Brimob). Aksi ini menjadi wadah untuk menyuarakan aspirasi secara damai, terinspirasi dari aksi kamisan di Jakarta.

“Aksi itu terinspirasi dari aksi kamisan yang bermula di Jakarta untuk menyuarakan kasus-kasus mahasiswa yang dibunuh oleh aparat pada saat reformasi. Namun, seiring berjalannya waktu, aksi kamisan ini sebagai wadah menyuarakan keresahan masyarakat. Kami memandang bahwa di Kota Tasikmalaya perlu ada wadah kolektif bagi masyarakat,” ungkap Zandi kepada Gemercik, pada Kamis (26/02).

Kemudian, Zandi menjelaskan bahwa aksi ini bersifat kolektif dan tanpa atribut organisasi. Para peserta melakukan long march dari Masjid Agung Kota Tasikmalaya menuju perempatan Citapen dan berakhir di alun-alun. Di sana, peserta membentuk lingkaran aksi, memajang poster isu sosial, serta menyampaikan orasi untuk membangun kesadaran publik.

“Kita pukul 15.50 kumpul di Masjid Agung melakukan long march ke Perempatan Citapen sama alun-alun, lalu kita bikin bunderan di situ, memajang poster-poster dan juga melakukan orasi-orasi untuk menyadarkan masyarakat bahwa kita itu dalam kondisi tertindas,” jelasnya.

Di samping itu, Zandi menambahkan bahwa dalam aksi ini tidak memiliki parameter keberhasilan tertentu. Namun, dengan melihat partisipasi dari peserta yang hadir, Zandi menilai aksi kamisan pertama kali ini dapat dikatakan sukses, meskipun berlangsung tanpa pendataan peserta secara formal.

“Banyak partisipan yang ikut di sini menurut saya untuk tolak ukur penyelenggara kamisan pertama itu sudah sukses, mungkin selanjutnya kita bakal merancang di mana kamisan ini bisa menyadari masyarakat secara penuh,” tambahnya.

Terakhir, Zandi berharap agar aksi dapat diselenggarakan secara rutin dan peserta tetap memiliki antusiasme tinggi untuk berpartisipasi dalam setiap aksi. Zandi menekankan dengan banyaknya isu-isu krusial yang muncul setiap hari maka dibutuhkan kesadaran kolektif terhadap kondisi negara hari ini.

“Kami tidak mengharapkan pemerintah, yang kami harapkan itu bahwa kami menyadarkan masyarakat bahwa masyarakat itu sedang ditindas gitu jadi mereka mungkin bisa melek terhadap isu-isu sosial politik,” tutupnya.

Reporter: Diyah, Rendi, Hany, Adila
Penulis: Zahra Nalurita
Penyunting: Iis Rahmawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *