HIMAPENMAS Gelar Kegiatan Pengamalan Pendidikan Masyarakat Sebagai Bentuk Kepedulian Lingkungan
Gemercik News – Universitas Siliwangi.Himpunan Mahasiswa Pendidikan Masyarakat (HIMAPENMAS) menggelar kegiatan pengamalan ilmu Pendidikan Masyarakat bertema “Optimalisasi Edukasi Biopori dan Revitalisasi Kelompok Wanita Tani (KWT)” di Kampung Kubang RW 06, Kelurahan Mugarsari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, yang dilaksanakan tiga hari pada Jumat sampai dengan Minggu. Kegiatan ini hadir sebagai bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap persoalan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Ketua Pelaksana, Dimas Dwi Prasetyo, mengungkapkan bahwa Wilayah RW 03 Kelurahan Mugarsari dinilai sangat rawan banjir. Sementara, KWT Kusari menghadapi persoalan partisipasi anggota yang belum optimal membuat sejumlah program kerja tidak berjalan semestinya, dan lahan yang tersedia pun masih terbengkalai tanpa pengelolaan yang baik
“Saya sudah berkunjung beberapa kali ke Mugarsari untuk mengobservasi dan mengidentifikasi masalah. Di RW 03 memang sangat rawan banjir, sehingga kami berinisiatif memberikan solusi berupa biopori,” ungkap Dimas kepada Gemercik, pada Minggu (21/06).
Kemudian, Dimas menambahkan bahwa setiap kegiatan selama tiga hari dirancang memuat nilai pendidikan sekaligus kepedulian lingkungan. Hari pertama dilakukan pemaparan materi dan praktik door-to-door ke 25 rumah warga dengan target satu lubang biopori per rumah, dilanjut hari kedua dengan pengoptimalan titik-titik biopori sekaligus bersih-bersih lahan KWT Kusari, serta hari terakhir difokuskan pada penanaman tanaman serta pelatihan pengolahan media tanam untuk memperkuat kerja sama dan kepercayaan diri anggota KWT.
“Kegiatan ini tidak hanya soal membuat lubang atau menanam, tapi bagaimana masyarakat bisa memahami manfaatnya dan menjalankannya secara mandiri ke depan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dimas menyatakan kegiatan ini memiliki jadwal monitoring dan evaluasi yang telah disiapkan dua kali setiap bulan pada minggu kedua dan keempat, melibatkan tim aksi edukasi dan tujuh volunteer mahasiswa Penmas yang akan turun langsung ke lapangan. Target HIMAPENMAS selanjutnya adalah berkolaborasi dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Cibeurem guna memperkuat keberlanjutan revitalisasi KWT Kusari.
“Untuk KWT Kusari, kami juga sudah membuat surat komitmen yang ditandatangani bersama, sehingga ke depannya diharapkan KWT Kusari bisa menjalankan program yang efektif dan berkelanjutan,” tegasnya.
Kemudian, Dimas menuturkan bahwa dalam kegiatan ini, KWT Kusari berperan bukan sekadar sebagai mitra, tetapi juga sebagai sasaran utama program. HIMAPENMAS hadir sebagai fasilitator yang membawa solusi.
“KWT Kusari bukan hanya sebagai kolaborator, tapi juga sasaran kegiatan kami. Kami sebagai himpunan berfungsi sebagai fasilitator atau pembawa solusi bagi masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.
Terakhir, Dimas berharap program ini tidak hanya berdampak selama tiga hari pelaksanaan, tetapi mampu mendorong warga Mugarsari untuk terus mandiri dan berdaya dalam jangka panjang. Mengingat bagaimana persoalan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat.
“Output yang saya harapkan dari warga adalah agar mereka bisa mandiri dan berdaya ke depannya, serta mampu membuat program yang efektif dan tidak hanya bersifat formalitas,” tutupnya.
PJ Liputan : Agnia, Adila
PJ Nulis : Hilma Fitriyani
PJ Nyunting : Tiara Mei





Post Comment