Alternatif untuk Pelaksanaan KKN Gelombang Dua

Gemercik News-Universitas Siliwangi (15/05). Pendaftaran Kuliah Kerja Nyata (KKN) Periode II Universitas Siliwangi Tahun Akademik 2019/2020, ini direncanakan akan dilaksakan pada akhir Juni mendatang. Hal ini disampaikan oleh ketua pelaksana KKN, Eri Cahrial, Ir., MP. sekaligus sebagai Kepala Pusat Pengembangan Pembelajaran. Menurut penuturannya melalui whatsapp, rencananya pelaksanaan KKN ini akan diadakan awal Juli nanti.

“Untuk pelaksanaan KKN Periode II Tahun Akademik 2019/2020, rencana pendaftaran dilaksanakan pada akhir Juni menunggu hasil yudisium, sedangkan (untuk) pelaksanaannya rencana awal Juli,” tegasnya.

Konsep pelaksanaan KKN ini ada 2 alternatif, untuk alternatif pertama jika kondisi sudah membaik akan dilaksanakan seperti biasanya dengan konsep kewirausahaan dan menjalin kerja sama kembali dengan USAID (United States Agency for International Development). Alternatif kedua akan dilakukan dengan KKN di daerah masing-masing, dengan konsepan masih harus digodok.

“Konsepnya masih digodok dulu, yang jelas protokol kesehatan tetap berlaku dan dalam rangka membantu pencegahan COVID-19,” ujarnya.

Senada dengan Eri, Prof. Dr. H. Budy Rahmat, Ir., MS. selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan alumni membenarkan bahwa kebijakan tersebut masih ditinjau ulang guna tepat sasaran dan memerhatikan dengan keadaan saat ini.

“Itu (KKN) sedang dicari solusi, sama seperti perihal wisuda,” tuturnya.

Di akhir perbincangan, Eri berpesan agar mahasiswa dapat menyaring terlebih dahulu segala informasi yang didapat, harus jelas identitasnya lebih lengkap mengenai KKN atau yang lainnya bisa dilihat di website Unsil.

Saat dimintai keterangan lebih lanjut, keduanya pun kompak menjawab masih dalam proses pemantapan dan belum menemui titik terang. Mengingat kasus positif COVID-19 di berbagai daerah,  juga Tasikmalaya masih belum menunjukkan perbaikan.

Fikri Ali Luthfi, salah satu mahasiswa jurusan agroteknologi angkatan 2017 mengaku belum dapat informasi apapun mengenai KKN Periode II ini. Ia juga mengatakan jika memang tetap dilaksanakan, namun di daerah masing-masing tetap harus mempertimbangkan banyak hal seperti keefektifan kegiatan, serta mempertimbangkan juga kondisi tiap daerah yang berbeda.

“Jika harus dilaksanakan (KKN)  di daerah masing-masing, bisa saja dilaksanakan akan tetapi harus mempertimbangkan juga (dari) banyak sisi. Contohnya kalopun tetap dilaksanakan apakah bakalan efektif? Kondisi tiap daerah tentu saja berbeda, yang di kota ataupun yang di desa, tentu berbeda. Belum lagi harus memperhatikan aspek geografis, takutnya malah lebih complicated lagi.” tutur Fikri.

Ia juga menambahkan bahwa, intinya harus banyak mempertimbangkan, sebelum memutuskan pelaksanaan KKN yang terbaik harusnya seperti apa buat kelembagaannya jika sudah ada keputusan, mungkin itu yang terbaik yang harus dilaksanakan.

Reporter : AnnisaTw & Sylvia

Penulis : AnnisaTw

Penyunting: Ghina

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed