Pendaftar Ujian Mandiri Unsil, Tidak Bisa Mendaftar KIP-K

Gemercik News-Tasikmalaya (13/5). Mahasiswa yang lulus UM Unsil, tidak bisa menjadi pelamar Bidikmisi/KIP-K terkecuali ada tambahan kuota dari pusat. Hal ini dikarenakan seleksi dilakukan oleh pusat, tidak hanya oleh Universitas Siliwangi saja.  Sistematika Bidikmisi dan KIP-K tidak mengalami perubahan yang signifikan, hanya terdapat beberapa perubahan perbaikan.

“Sama saja, perbaikan sedikit. Data pelamar dari Kemensos. Calon siswa berprestasi dan lulus seleksi SNMPTN/SBMPTN, namun asal keluarga tidak mampu. Jadi, bukan Unsil yang seleksi,” jelas Prof. Dr. H. Budy Rahmat, Ir., MS. selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.

Dilansir dari laman antaranews.com, Prof. Aris Junaidi selaku Direktur Kemendikbud dalam Webinar 5.0 KIP Kuliah di Jakarta, Jumat (27/3) mengatakan bahwa “Belum dibuka untuk jalur mandiri. Saat ini, yang dibuka adalah jalur yang disinkronkan dengan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).”

Sedikit berbeda dengan Bidikmisi pada hal pembiayaan, bidikmisi lebih menanggung ke pemberian biaya hidup dan UKT mahasiswa. Sedangkan KIP Kuliah lebih ke pemberian biaya UKT dan uang buku seperti yang telah diusulkan oleh Kemenristekdikti.

“Secara keseluruhan KIP Kuliah tidak jauh beda dengan Bidikmisi. Seperti halnya pendaftaran melalui web yang berbeda tetapi teknis nya kurang lebih sama. Akan tetapi ada terdapat perbedaan yaitu KIP Kuliah terhubung dengan data di Dinas Sosial. Jadi sebelum pendaftaran tahun 2020 calon mahasiswa dihimbau untuk mengurus DTKS di Dinas Sosial,” jelas Fikry Haikal (Ketua Rumah Diksi Unsil).

Persyaratan penerima KIP Kuliah juga bisa terbilang sama. Baik itu calon mahasiswa yang memiliki KIP saat sekolah maupun tidak masih tetap bisa mendaftar. Hanya terdapat beberapa perbedaan, yaitu data pelamar dari Kemensos.

Keunggulan penerima KIP Kuliah, diantaranya:

  1. Pembebasan biaya pendaftaran seleksi masuk perguruan tinggi (UTBK serta seleksi lain) yang diusulkan oleh masing-masing panitia dan perguruan tinggi bagi siswa yang terdaftar di DTKS Kementerian Sosial (Kemensos).
  2. Pembebasan biaya kuliah/pendidikan yang dibayarkan langsung ke perguruan tinggi.
  3. Bantuan biaya hidup sebesar Rp. 700.000,00 (tujuh ratus ribu rupiah) per bulan.

Untuk mahasiswa Unsil angkatan 2020, tercatat 146 mahasiswa yang dinyatakan lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2020. Ujian Mandiri (UM) Unsil masih tetap akan diadakan setelah dilangsungkannya UTBK. Namun mahasiswa yang lulus UM tidak dapat melamar Bidikmisi/KIP-K, terkecuali ada tambahan kuota dari pusat.

“2-4 minggu setelah pengumuman SBMPTN. Itu bila Covid-19 reda,” jelas Prof. Budy.

Berdasarkan UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Pemerintah Indonesia berkewajiban meningkatkan akses dan kesempatan belajar di Perguruan Tinggi serta menyiapkan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif. Oleh karena itu, pemerintah mengeluarkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang mana merupakan Program Indonesia Pintar (PIP) sebagai salah satu bentuk bantuan pendidikan yang diberikan kepada lulusan SMA/SMK/sederajat dari keluarga kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

“Untuk KIP Kuliah sendiri harapan kami mudah-mudahan dapat lebih tepat sasaran. Daripada Bidikmisi di tahun sebelumnya, dan diharapkan lebih banyak lagi masyarakat kurang mampu yang dapat melanjutkan jenjang pendidikan.” harap Fikry Haikal.

Reporter: Eva Silvia

Penulis: Eva Silvia

Penyunting: Rini Trisa

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed