Gagal Menyandang Gelar Siliwangi Muda, HS Kecewa

Gemercik News-Universitas Siliwangi (19/09). HS, calon mahasiswa baru asal Bekasi yang mengikuti Ujian Mandiri Unsil melalui jalur hafalan Al-Quran tidak jadi menyandang gelar Siliwangi Muda lantaran pengumuman kelulusan Ujian Mandiri tiba-tiba berubah menjadi ‘tidak lolos’. Sempat datang ke Unsil untuk meminta penjelasan lembaga, HS justru pulang dengan tangan kosong.

Ketika pengumuman hasil Ujian Mandiri Unsil dibuka pada Selasa, 08 September 2020, HS dinyatakan diterima di Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Keesokan paginya, pada Rabu (09/09) HS memeriksa tagihan UKT, muncul pemberitahuan bahwa HS tidak lolos Ujian Mandiri Unsil.

“Tanggal (08/09) kemarin, aku liat namaku terdaftar di (Jurusan) Pendidikan Masyarakat. Habis (salat) tahajud, aku melihat handphone udah bisa lihat UKT. Orang tuaku shocked dong, awalnya lolos jadi gak lolos,” tutur HS.

“Aku sempat down banget gara-gara masalah ini, dan orang tua pun down karena sekolah udah tahu, temen-temen udah tahu, semuanya udah tahu, bahwa aku lolos di Unsil dan tiba-tiba ga lolos. Itu, kan, sangat mengecewakan dan memalukan harga diri kita,” pungkasnya.

Untuk itu pun, HS beserta keluarga mencoba menghubungi Ketua Himpunan Mahasiswa Pendidikan Masyarakat untuk dapat membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. Mereka berangkat ke Unsil untuk mendatangi bagian keuangan, IT, hingga sampai ke Wakil Rektor.

“Senin (14/9) saya bersama orang tua datang (ke Unsil), ketemu sama Ketua Himpunan (mahasiswa) Pendidikan Masyarakat, ke bagian keuangan. Di situ pun, (responsnya) kayak gimana gitu. Ke IT pun responnya kayak gitu, karena saya, kan, daftarnya dua kali. Nah, yang awal, kan, saya gak ikut (test), terus saya daftar untuk yang kedua kali lagi dengan jurusan yang beda. Tapi, kenapa nama saya ada di daftar kelulusannya?” tutur HS.

“Harusnya kalau semisal belum siap pengumuman, ya, jangan dulu dikeluarin pengumumannya,” tambahnya.

Muhammad Adi Khairul Anshary, ST., MT. Kepala UPT TIK Universitas Siliwangi mengatakan bahwa pihak Unsil tidak bertanggung jawab atas perubahan pengumuman tersebut. Ia menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena terdapat revisi pada SK pertama, sehingga terdapat dua SK.

“Awalnya itu, kan, kita terima data hari, hari apa, ya, pengumuman itu hari Rabu, ya? Hari Selasa itu sudah ada, sudah fix-lah, ya, sudah muncul. Hari Rabu diumumkan, itu muncul SK pertama. Nah, ternyata dari SK pertama itu ada koreksi,” jelas Adi.

“Setelah ada koreksi, yang SK pertama ini atau yang pengumuman pertama ini mungkin sudah tercecer sama si peserta. Nah, kemudian dikoreksi munculah SK yang kedua. Nah, di SK kedua itu mungkin ada yang ternyata yang tadinya lulus menjadi tidak lulus. Terkait ‘kenapa-kenapa’-nya, ya, itu mah mungkin dari sananya,” tambahnya.

Dalam wawancara secara daring, HS menyampaikan bahwa dirinya merasa kecewa dengan keputusan yang ia peroleh dari pihak Unsil. Ia menganggap bahwa pihak lembaga telah lalai dan dianggap belum siap dalam pengumuman hasil ujian.

“Saya minta ke depannya, semoga Unsil bisa menjadi lembaga yang bertanggung jawab dan bisa membantu orang-orang yang seperti saya,” harap HS.

Reporter: Syahda Ulum

Penulis: Ayu Sabrina, Eva, Winda

Penyunting: Anakus

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed