Kebijakan Kuliah Online Dikeluarkan, Kebijakan Wisuda & UKT Menyusul

Gemercik News-Tasikmalaya (28/05). Dari hasil Rapat Pimpinan pada tanggal 27 Mei 2020, ada beberapa kebijakan yang dikeluarkan, salah satunya yaitu masa perpanjangan kuliah daring. Perpanjangan ini berlaku sampai tanggal 30 Juni 2020. Namun, sewaktu-waktu dapat berubah dengan adanya keputusan dari pemerintah pusat. Kemudian, karena dalam waktu dekat ini Universitas Siliwangi akan melaksanakan UAS (Ujian Akhir Semester), maka pelaksanaannya dilakukan dengan sistem daring.

Dr. Asep Suryana Abdurrahmat, Mkes., selaku Ketua PKIE dan Dekan FIK (Fakultas Ilmu Kesehatan) memberi penjelasan bahwa mengenai surat terbuka BEM (Bada Eksekutif Mahasiswa) tentang tuntutan perubahan UKT (Uang Kuliah Tunggal) akan dibahas di Rapat Pimpinan selanjutnya. Hal ini dikarenakan tidak hanya dari kewenangan Universitas Siliwangi saja, tetapi harus ada persetujuan dari Kementrian Pendidikan untuk PTN Satker, dan saat ini masih tahap menunggu keputusan yang dikeluarkannya.

Kalo kata Rektor (Rudi Priyadi), itu (Perubahan UKT) teknisnya akan dibahas di Rapim (Rapat Pimpinan) nanti, sekalian menunggu kebijakan dari Kementrian Pendidikan untuk PTN Satker, kan gak sama aturan dengan BLU/PTNBH. Karena kebijakan perubahan UKT bukan kewenangan Unsil saja, tetapi harus ada izin/persetujuan dari kementrian, nah izin dan kebijakannya belum keluar dari kementrian,” tuturnya.

Dari hal itu pun, sejauh ini BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) selalu memfollow-up bagaimana kepastiannya, namun dari pihak rektorat  belum ada tindakan yang bersifat resmi. Karena belum dirumuskannya surat terbuka mengenai Surat Terbuka Aspirasi UKT Mahasiswa. Maka dari itu, Jaka Pria Purnama, selaku Presiden Mahasiswa Universitas Siliwangi menjelaskan bahwa BEM dan BLM (Badan Legislatif Mahasiswa) tingkat Universitas bersama seluruh Fakultas akan mengambil langkah pengajuan surat audiensi kepada Lembaga Universitas Siliwangi perihal pembahasan UKT.

“Kanmemang dari surat terbuka BEM belum ditanggapi oleh pihak rektorat, karena memang masih merumuskan, saya juga belum tahu. Kami juga dari BEM dan BLM universitas juga dengan fakultas nantinya akan mengajukan surat audiensi ke lembaga perihal pembahasan UKT ini, karena memang dari kami pun selalu memfollow-up, namun hanya baru argumentasi saja dari pihak rektoratnya, jadi belum ada tindakan yang sifatnya resmi, misalkan tertuangkan dalam surat, jadi mungkin langkahnya dari kita akan mengadakan audiensi untuk memperjuangkan dari apa yang telah kita lakukan,” ujar Jaka.

Selain itu, ada pula hasil dari Rapat Pimpinan Universitas Siliwangi yang telah membahas mengenai wisuda, namun belum bisa dirumuskan. Pelaksanaan wisuda kemungkinan pada bulan Juli atau Agustus. Jika sudah bebas dari pandemi COVID-19, maka akan dilakukan seperti biasa. Namun, jika pada saat jadwal pelaksanaan wisuda masih belum bebas dari pandemi COVID-19, maka akan dilakukan secara daring. Mengenai teknis wisuda daring yang Universitas Siliwangi belum pernah melaksanakannya. Oleh karena itu, hal ini masih dipelajari dengan baik dari berbagai PTN yang sudah melaksanakan wisuda secara daring.

“Wisuda dibahas, kemungkinan Juli atau Agustus. Kalo sudah bebas pandemi, berarti wisuda seperti biasa, tapi kalo saat itu masih ada pandemi COVID-19, berarti (wisuda dilakukan secara) daring. Cuma teknisnya masih dipelajari yang terbaik dari berbagai PTN yang sudah melaksanakan wisuda daring.” tutup Dr. Asep Suryana Abdurrahmat, Mkes.

Reporter: Sylvia Nurisalia

Penulis: Syahda Ulum

Penyunting: Muslimatul Hajar

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed