Wisudawan Berprestasi Unsil Siapkan Strategi Hadapi Ketatnya Dunia Kerja

WhatsApp Image 2026 06 05 At 21.19.30

Wisudawan Berprestasi Unsil Siapkan Strategi Hadapi Ketatnya Dunia Kerja

Gemercik News – Universitas Siliwangi (05/06). Universitas Siliwangi (Unsil) kembali menggelar wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026, di Kampus 2 Mugarsari pada Kamis (4/06). Dalam momen tersebut, Unsil meluluskan sejumlah mahasiswa yang meraih IPK tertinggi di masing-masing fakultas serta mahasiswa yang menyandang predikat lulusan tercepat pada program studi yang ditempuh.

Anisa Putri Amelia, peraih IPK tertinggi 3,77 dari Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, mengaku tidak menyangka dapat meraih predikat tersebut. Menurutnya, capaian tersebut diperoleh melalui konsistensi dalam menjalani perkuliahan dan mengerjakan seluruh tugas secara maksimal tanpa membedakan mata kuliah yang disukai maupun tidak.

“Aku gak nyangka banget, soalnya aku bukan dari kelas yang terpandang. Tapi Alhamdulillah aku dapat predikat ini. Jangan pilih-pilih mata kuliah. Yang disukai dikerjakan maksimal, sementara yang tidak disukai dibiarkan begitu saja. Jangan seperti itu,” ungkap Anisa kepada Gemercik pada Kamis (4/6).

Lebih lanjut, Anisa menjelaskan bahwa langkah yang akan ditempuh setelah lulus adalah mencari pengalaman kerja dan meningkatkan kompetensi profesional melalui berbagai sertifikasi di bidang akuntansi. Ia menilai bahwa penguasaan keterampilan yang didukung sertifikasi dapat menjadi nilai tambah bagi lulusan ketika memasuki dunia kerja.

“Akuntansi itu harus ikut sertifikasi buat jadi nilai tambah. Terus ikut pelatihan-pelatihan yang relevan,” jelasnya.

Pandangan serupa disampaikan oleh Muhammad Nurfikri, wisudawan dengan IPK tertinggi  3,96 dari Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Menurutnya, capaian tersebut merupakan bonus dari proses yang dijalani secara sungguh-sungguh selama empat tahun, sembari aktif mengikuti kegiatan organisasi, kajian, dan gerakan sosial.

“IPK tertinggi bukanlah tujuan utama, melainkan bonus dari proses yang saya jalani selama empat tahun, baik melalui perkuliahan maupun keterlibatan dalam organisasi, kajian, dan kegiatan sosial,” tuturnya.

Di sisi lain, menyikapi ketatnya persaingan dunia kerja, Nurfikri menekankan bahwa kondisi tersebut tidak sepatutnya membuat para lulusan gentar. Selain itu, Nurfikri menegaskan bahwa salah satu kunci utama untuk meraih prestasi adalah tidak pernah berhenti belajar dan mengembangkan diri.

“Tidak boleh puas dengan apa yang sudah dicapai hari ini. Tiap hari harus ada perkembangan dan harus punya keinginan untuk senantiasa lebih baik,” tegasnya.

Sementara itu, Moch. Azhar Irwansyah, wisudawan dengan kelulusan tercepat dengan IPK 3,88 dari Program Studi Manajemen, mengungkapkan bahwa pencapaiannya tidak lepas dari motivasi kuat yang ditemukan saat menyusun skripsi di semester akhir.

“Waktu semester akhir, saya memiliki motivasi yang cukup tinggi sehingga bisa menyelesaikan skripsi sangat cepat,” ungkap Azhar.

Kemudian, untuk menghadapi persaingan dunia kerja, Azhar mengaku sedang fokus mengasah keterampilan sebelum benar-benar terjun ke industri, khususnya di bidang manajemen keuangan sesuai konsentrasi yang ia tekuni.

“Saya berfokus dulu dalam mengasah skill sebelum benar-benar masuk ke dunia kerja, supaya ketika nanti ada waktunya masuk ke dunia kerja, saya sudah memiliki persiapan yang cukup matang,” paparnya.

Terakhir, Azhar berharap perusahaan memberikan ruang yang lebih luas bagi lulusan baru untuk memasuki dunia kerja, mengingat banyak lowongan masih mensyaratkan pengalaman kerja dan kriteria tertentu yang sulit dipenuhi oleh fresh graduate.

“Harapan saya bagi perusahaan-perusahaan di industri, agar tidak terlalu menitikberatkan kualifikasi pada lowongan yang dibuka, khususnya untuk para fresh graduate,” pungkas Azhar.

PJ Liputan : Rendi Pebrian, Anggita Puspa Aniendya
PJ Nulis : Hilma Fitriyani
PJ Nyunting : Tiara Meidiani Putri


Post Comment